Wacana Runtuhnya Saudi bukanlah hal baru dan sering kali muncul

Kebayoran Lama – Wacana mengenai “Runtuhnya Saudi” bukanlah hal baru dan sering kali muncul ke permukaan setiap kali wilayah Timur Tengah mengalami eskalasi geopolitik, pergeseran ekonomi global, atau konflik internal. 
Secara historis dan analisis geopolitik terkini per Oktober 2026, narasi atau spekulasi tentang potensi kejatuhan atau kerentanan Kerajaan Arab Saudi umumnya didasarkan pada tiga faktor utama:
1. Ketergantungan Ekonomi pada Minyak

Banyak pengamat ekonomi internasional menyebutkan bahwa tantangan terbesar Arab Saudi adalah transisi ekonomi. Kerajaan ini sangat bergantung pada pendapatan minyak bumi. Jika produksi minyak global mencapai puncaknya (peak oil) atau terjadi penurunan permintaan global akibat beralihnya dunia ke energi terbarukan, stabilitas domestik Saudi yang ditopang oleh subsidi negara bisa terancam. Melalui Visi 2030, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) berupaya keras melakukan diversifikasi ekonomi agar tidak runtuh ketika era minyak berakhir.
2. Tekanan Geopolitik dan Konflik Regional

Ketegangan yang konstan di Timur Tengah menjadi ujian besar bagi pertahanan Saudi. Sebagai contoh, serangan-serangan rudal dari kelompok Houthi di Yaman yang menargetkan wilayah strategis dan pusat ekonomi Saudi kerap kali memperlihatkan celah keamanan serta kerentanan sistem pertahanan udara mereka. Selain itu, kontestasi pengaruh yang sengit Iran di kawasan tersebut terus menguras energi politik dan anggaran militer kerajaan.  Kualifikasi Resmi

3. Dinasti dan Suksesi Internal

Sejarah mencatat bahwa Dinasti Saud pertama dan kedua runtuh akibat kombinasi serangan luar serta perang saudara atau konflik internal perebutan kekuasaan antarkeluarga. Pada era modern (Daulah Saudi Ketiga), peralihan kekuasaan dari generasi putra-putra Raja Abdulaziz ke generasi cucu (seperti naiknya MBS) membawa reformasi sosial-politik yang drastis. Meski membawa modernisasi, langkah ini juga memicu riak ketidakpuasan tersembunyi di kalangan konservatif dan sebagian anggota keluarga kerajaan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *