Yaman, Negeri Tanpa Patung

Kebayoran Lama – Secara umum, tidak ada patung makhluk bernyawa (manusia atau hewan) yang dipajang di ruang publik di Yaman sejak masuknya Islam hingga era modern ini. Kualifikasi Resmi
Ada dua alasan utama mengapa ruang publik di Yaman bersih dari monumen berbentuk patung:
1. Aturan Agama yang Ketat: Masyarakat Yaman menganut ajaran Islam yang sangat kuat. Dalam tradisi fikih Islam yang dominan di sana, pembuatan dan pemajangan patung makhluk bernyawa di tempat umum dilarang keras untuk menghindari pengkultusan atau hal-hal yang menyerupai penyembahan berhala masa lalu.
2. Budaya Monumen Non-Figuratif: Sebagai gantinya, jika Yaman membangun monumen di alun-alun kota atau persimpangan jalan (ruang publik), bentuknya bukan patung orang atau pahlawan, melainkan:
• Monumen Arsitektural: Seperti replika gerbang kuno (contohnya Bab Al-Yaman).
• Monumen Simbolis: Berupa replika jambia (belati tradisional Yaman), teko kopi khas Arab (dallah), menara masjid, atau ornamen kaligrafi.
Jadi, ruang terbuka di Yaman dihiasi oleh keindahan arsitektur kuno dan simbol budaya, sementara patung-patung manusia purba murni hanya menjadi konsumsi akademis di dalam ruang tertutup museum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *