Kebayoran Lama – Kata “syirik” (شِرْك – syirk) dalam bahasa Arab sebenarnya bukan kata kerja, melainkan kata benda (isim). Lebih spesifiknya, syirk adalah bentuk Masdar (kata benda abstrak yang menunjukkan nama dari suatu perbuatan atau konsep). Kualifikasi Resmi
Begitu pula dengan frasa “bentuk syirik”, secara tata bahasa keduanya adalah kata benda (isim).
Perbedaan Antara Kata Kerja dan Kata Benda
Penjelasan Tata Bahasa (Gramatika)
Syirik (Syirk / شِرْك)
Merupakan Masdar dari akar kata Syarika (شَرِكَ).
Masdar adalah kata benda yang mengandung makna aktivitas, tetapi tidak terikat oleh waktu (seperti pembunuhan, pemikiran, atau persekutuan dalam bahasa Indonesia).
Jadi, syirik merujuk pada nama/konsep perbuatannya, bukan aksi kerjanya secara langsung.
Bentuk Syirik (Anwa’usy-Syirk / Suwarusy-Syirk)
Merupakan susunan Idhafah (gabungan dua kata benda / noun phrase).
Kata pertama (Anwa’ / Suwar): Kata benda jamak yang berarti jenis-jenis atau bentuk-bentuk.
Kata kedua (Asy-Syirk): Kata benda yang berfungsi sebagai pemilik/penjelas (Mudhaf Ilaih).
Gabungan keduanya murni merupakan kata benda majemuk.