Jika Anda melihat gambar ikonik Jakarta latar belakang gedung pencakar langit dan air mancur, kemungkinan besar itu adalah Monumen Selamat Datang, atau yang lebih dikenal sebutan Bundaran HI.
Sejarah dan Makna Patung
Monumen ini dibangun pada tahun 1962 atas gagasan Presiden Soekarno untuk menyambut para atlet dan tamu kenegaraan yang datang ke Jakarta dalam rangka Asian Games IV.
Patung ini menggambarkan sepasang pria dan wanita yang sedang melambaikan tangan sambil memegang bunga. Arah hadap patung sengaja dibuat menghadap ke utara (arah pelabuhan dan bandara lama), yang bermakna menyapa setiap orang yang baru saja menginjakkan kaki di Jakarta semangat persahabatan dan keramahan.
Mengapa Disebut Bundaran HI?
Sebutan “Bundaran HI” berasal dari Hotel Indonesia, hotel bintang lima pertama di Indonesia yang berada tepat di sisi bundaran tersebut. Pada masanya, hotel ini adalah kemegahan tertinggi Jakarta. Kini, kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat bisnis paling bergengsi yang dikelilingi mal mewah dan perkantoran elit.
Menjadi Pusat Aktivitas Warga
Bundaran HI bukan sekadar persimpangan jalan. Kawasan ini memiliki peran penting dalam dinamika sosial Jakarta:
Car Free Day (CFD): Setiap hari Minggu pagi, area ini menjadi titik kumpul ribuan warga untuk berolahraga, bersepeda, dan menikmati suasana kota tanpa polusi kendaraan.
Titik Aksi Massa: Karena lokasinya yang strategis di jantung kota, Bundaran HI sering menjadi pusat perayaan malam tahun baru atau lokasi penyampaian aspirasi masyarakat.
Halte Ikonik: Baru-baru ini, halte TransJakarta Bundaran HI direvitalisasi dek observasi di lantai atas. Tempat ini menjadi spot foto paling instagramable karena pengunjung bisa berfoto sejajar wajah patung Selamat Datang.
Pemandangan Malam yang Memukau
Saat malam tiba, Bundaran HI berubah menjadi sangat cantik permainan lampu warna-warni pada air mancur dan pantulan cahaya dari papan reklame digital di gedung-gedung sekitarnya. Suasana ini sering kali disebut sebagai sisi “New York” milik Jakarta.
Informasi Pengunjung:
Transportasi: Akses terbaik adalah menggunakan MRT Jakarta dan turun tepat di Stasiun Bundaran HI.
Waktu Terbaik: Datanglah pada malam hari untuk melihat lampu kota, atau Minggu pagi untuk merasakan keseruan Car Free Day.