Kebayoran Lama – KH. Ammar Faqih (lengkapnya KH. Ammar bin Faqih Maskumambang) adalah salah satu ulama dan pengasuh generasi ketiga dari Pondok Pesantren Maskumambang, Dukun, Gresik, Jawa Timur. Kualifikasi Resmi
Profil Ringkas
Lahir: 8 Desember 1902 M di Maskumambang, Gresik.
Wafat: 25 Agustus 1965 M.
Garis Keturunan: Putra kelima dari ulama terkemuka KH. Muhammad Faqih Maskumambang (salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama) dan cucu dari KH. Abdul Djabbar (pendiri Pesantren Maskumambang).
Peran dan Kepemimpinan
Pengasuh Pesantren: Meneruskan kepemimpinan Pondok Pesantren Maskumambang sepeninggal ayahnya (KH. Faqih) pada tahun 1937 hingga beliau wafat pada tahun 1965. Setelah beliau wafat, kepemimpinan diteruskan oleh menantunya, KH. Nadjih Ahjad.
Pendidikan: Awalnya menimba ilmu di lingkungan pesantren keluarga dari ayah dan paman-pamannya. Pada tahun 1926, beliau menunaikan ibadah haji ke Makkah sekaligus menuntut ilmu di sana.
Dinamika Pemikiran: Masa belajar beliau di Makkah memberikan pengaruh besar terhadap corak pemikirannya dalam hal akidah dan ibadah. Hal ini membawa pembaruan dalam orientasi ajaran Pesantren Maskumambang pada masanya.
Karya Kitab
KH. Ammar Faqih dikenal produktif menulis beberapa karangan kitab, di antaranya:
Al-Rudud wa al-Nawadir (mengkaji hukum penyelenggaraan dua shalat Jumat)
Al-Nur al-Mubin
Al-Hujjah al-Balighah
Tahdid Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah
Tuhfah al-Ummah fi al-‘Aqa’id