Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik adalah destinasi wajib bagi para pecinta seni. Gedung ini menyimpan ribuan koleksi karya seni rupa dari para maestro Indonesia serta ribuan keramik langka yang berasal dari berbagai penjuru dunia.

Arsitektur Bergaya Kuil Yunani

Bangunan ini selesai didirikan pada tahun 1870 dan awalnya berfungsi sebagai Gedung Lembaga Peradilan Belanda (Paleis van Justitie). Arsitekturnya sangat ikonik barisan pilar besar di bagian depan yang menyerupai kuil Yunani kuno. Kesan megah dan berwibawa sangat terasa saat Anda menaiki tangga masuknya, mencerminkan fungsi awalnya sebagai tempat penegakan hukum yang sakral.

Koleksi Seni Rupa Maestro Indonesia

Di bagian seni rupa, museum ini menyimpan lebih dari 400 karya seni, termasuk lukisan, patung, dan grafis. Beberapa koleksi unggulannya meliputi:

  • Karya Raden Saleh: Lukisan dari pelopor seni lukis modern Indonesia yang mendunia.

  • Era Persagi: Koleksi dari masa persatuan ahli gambar Indonesia seperti S. Sudjojono dan Affandi.

  • Seni Modern: Hingga karya-karya seniman kontemporer yang memberikan perspektif baru tentang seni visual Indonesia.

Keramik dari Berbagai Dinasti

Koleksi keramik di museum ini adalah salah satu yang terlengkap di Indonesia. Anda bisa melihat:

  • Keramik Lokal: Peninggalan dari masa Kerajaan Majapahit (abad ke-14) yang menunjukkan tingginya kemampuan kriya leluhur kita.

  • Keramik Mancanegara: Koleksi keramik dari Tiongkok (Dinasti Ming dan Ching), Jepang, Thailand, hingga Eropa. Banyak dari koleksi ini ditemukan dari dasar laut, hasil dari kapal-kapal dagang yang karam di perairan Nusantara berabad-abad silam.

Studio Pembuatan Gerabah

Hal yang membuat museum ini semakin menarik adalah adanya fasilitas Studio Keramik. Di sini, pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga bisa mengikuti workshop singkat untuk belajar membuat gerabah sendiri menggunakan alat putar tradisional. Hasil karya yang Anda buat bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan yang unik.


Informasi Pengunjung:

  • Lokasi: Sisi timur Alun-alun Fatahillah, tepat di seberang Museum Fatahillah.

  • Aktivitas: Sangat disarankan mencoba pengalaman membuat keramik (biasanya dikenakan biaya tambahan yang terjangkau untuk material).

  • Waktu: Tutup pada hari Senin dan hari libur nasional.

Tim Jasa Penerjemah Tersumpah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *