Gedung Kimia Farma

Gedung yang terletak di sudut strategis persimpangan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Majapahit ini bukan sekadar apotek biasa. Bangunan ini adalah saksi bisu kemajuan teknologi medis dan farmasi di Indonesia sejak era kolonial.

Markas Farmasi Terbesar di Hindia Belanda

Awalnya, gedung ini merupakan kantor pusat sekaligus laboratorium milik NV Chemicalien Handel Rathkamp & Co, perusahaan farmasi terbesar dan terlengkap di Hindia Belanda pada masanya. Didirikan pada pertengahan abad ke-19, perusahaan ini memegang kendali atas distribusi obat-obatan ke seluruh nusantara.

Kemegahan Arsitektur Modernis

Bangunan yang kita lihat sekarang merupakan hasil renovasi besar di awal abad ke-20 yang mengusung gaya Art Deco dan Modernisme.

  • Garis Tegas: Berbeda bangunan kolonial awal yang penuh ukiran rumit, gedung ini menonjolkan garis-garis vertikal dan horizontal yang tegas, mencerminkan kesan fungsional dan higienis yang cocok untuk institusi kesehatan.

  • Menara Sudut: Salah satu ciri khasnya adalah bagian sudut gedung yang dibuat lebih tinggi menyerupai menara tumpul, memberikan aksen estetika yang kuat bagi siapa pun yang melintas dari arah Harmoni.

Fungsi yang Tak Terputus

Setelah nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda pada tahun 1950-an, Rathkamp & Co berubah menjadi Kimia Farma. Hebatnya, gedung ini tidak pernah berubah fungsinya.

  • Laboratorium Klasik: Hingga kini, gedung ini tetap menjadi apotek utama dan laboratorium klinik. Interiornya yang luas plafon tinggi masih menyisakan aura apotek klasik yang megah.

  • Integrasi Kawasan: Keberadaannya melengkapi deretan gedung bersejarah di kawasan “Ring 1”, berdekatan Sekretariat Negara dan tidak jauh dari Istana Merdeka.


Informasi Pengunjung:

  • Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 1, Gambir, Jakarta Pusat.

  • Akses: Sangat mudah dicapai TransJakarta, turun di Halte Juanda atau Halte Harmoni.

  • Nilai Sejarah: Bagi pengunjung yang tertarik sejarah medis, gedung ini adalah contoh terbaik bagaimana fungsi kesehatan bisa tetap bertahan di dalam bangunan cagar budaya tanpa kehilangan relevansi modernnya.

Tim Jasa Penerjemah Tersumpah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *